oleh Iswan Sual
pagi belum buka mata.
aku berlari ke dermaga.
susul seorang wanita.
ke Marore bawa pesan
lama menunggu.
bukit diselimuti kabut tipis.
mentari enggan tunjukkan wajah.
angin belaiku mesra
riak meraba pantai lembut.
kapal-kapal itu berdempet akrab.
aku terpana haru.
saksikan ikan-ikan menari berkeriap
kecil mungil mereka.
mematuk-matuk dinding.
kutulis syair dalam kalbu.
puja cipta sang Maestro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar